Jumat, 07 Desember 2012

#TipsAtasiKram Atasi dan jangan biar balik lagi!!

Ketika sedang menjaga gawang dan melakukan beberapa penyelamatan tiba-tiba kaki terasa sakit dan otot seperti tertarik, apakah teman-teman pernah mengalaminya? Itu adalah kram, apakah kram itu? Dan bagaimana cara mengatasi serta mencegah kram?
Kram adalah kejang pada otot yang menimbulkan rasa sakit dan nyeri. Kejang otot sering terjadi ketika kita sedang tidur, tetapi juga bisa karena aktifitas fisik yang berat dan tidak melakukan pemanasan terlebih dahulu sebelum melakukan aktifitas olahraga dan apabila kram didiamkan dapat menjadi cedera yang fatal.

Kram otot terjadi akibat tubuh kehilangan garam dan cairan karena banyaknya keringat yang keluar. Kram biasanya dapat disembuhkan dengan meregangkan dan memijat otot yang terserang.

Berikut beberapa cara penanganan pertama saat kram pada bagian tertentu tubuh kita,

  •     Kram pada kaki
Korban dibantu berdiri dan berat badannya ditahan dengan kaki bagian depan. Setelah kejang pertama berlalu, pijat kakinya.
  •     Kram pada betis
Lutut korban diluruskan, kaki ditekan dengan kuat dan mantap ke atas mengarah ke tulang kering. Pijat ototnya dengan cara menekan untuk memberikan efek tenang pada otot.
  •     Kram pada paha
Untuk kram pada paha bagian belakang, lutut korban diluruskan lalu angkat kakinya. Untuk kejang pada paha bagian depan, lutut ditekuk. Pada kedua paha, pijat ototnya kuat-kuat.

Cara yang sering kita lihat dalam pertandingan adalah medis menyemprotkan spray ke pemain yang terkapar karena kram atau cedera. semprotan itu bernama chlor ethyl. Dimana spray berguna untuk menghilangkan rasa nyeri/sakit yang bersifat lokal.

Cara paling mudah untuk mengatasi kram adalah dengan mengoleskan pada bagian yang kram salep khusus pereda nyeri otot. Hal ini cukup membawa perubahan signifikan untuk meredakan nyeri akibat kram. Dengan obat-obatan pemanas [salep, balsem, atau koyo] berguna untuk melebarkan pembuluh darah sehingga aliran darah tidak terganggu karena kekuatan/kekejangan otot pada terjadi kram.

Mengingat kram selalu “datang tak diundang, pulang tidak diantar” loh kok seperti jelangkung? icon biggrin Cara Terbaik Mengatasi dan Mencegah Kram
Untuk meminimalkan atau agar si kram tidak bertamu, kita bisa mencoba beberapa cara di bawah ini:

   1.  Mandi atau rendamlah bagian yang terexplorasi ketika melakukan aktifitas dengan air hangat. Bagus dilakukan setelah beraktivitas seharian, setiap kali sebelum tidur untuk mengendurkan seluruh otot yang tegang.
    2. Lakukan perenggangan / pendinginan sebelum tidur, namun hindari penegangan / meluruskan ujung jari kaki saat peregangan maupun tidur dan usahakan agar kaki-kaki anda tetap hangat selama tidur.
   3.  Hindari melakukan olahraga atau aktivitas berat secara tiba-tiba karena dapat menyebabkan otot menjadi kaget (kram). Oleh karena itu, lakukan pemanasan secara benar sebelum berolahraga atau melakukan aktivitas fisik lainnya dan lakukan pendinginan setelah selesai. Hal tersebut akan memberikan kesempatan bagi otot untuk menyesuaikan diri sehingga tidak menimbulkan kram. Akan lebih baik jika pemanasan ini dilakukan setiap pagi setelah bangun tidur, dengan melakukan senam kecil.
   4.  Minum setidaknya enam gelas penuh setiap hari, termasuk satu gelas sebelum tidur. Juga perbanyak minum sebelum, selama dan setelah berolah raga.
    5. Konsumsi makanan yang kaya kalsium, potasium dan magnesium. Makan satu atau dua buah pisang sehari sudah cukup memenuhi kebutuhan potasium Anda.
    6. Tak ada salahnya melakukan peregangan setelah melakukan satu kegiatan terus menerus dalam beberapa lama. Misalnya setelah duduk terus menerus di depan computer selama 2 jam, berada di dalam pesawat atau kendaraan yang memakan waktu lama atau berjalan kaki jarak jauh.
    7. Konsumsilah Multivitamin B serta Vitamin E, Karena otot memerlukan vitamin-vitamin esensial ini untuk memperbaiki dan membangun kembali sel-selnya serta membantu mencegah kram. Dr. Deed mengatakan, vitamin B terbukti dapat membantu fungsi syaraf dan mengontol rasa nyeri yang disalurkan oleh saraf.

Sumber: klik!

Minggu, 02 Desember 2012

# Finger Tape buat Si Tangan Kosong

Banyak yang bertanya-tanya mengapa kiper futsal banyak yang tidak menggunakan sarung tangan? Dan mengapa hanya menggunakan lilitan putih pada jari ataupun pergelangan tangannya? Itu adalah Tapping atau Finger Tape.

Banyak alasan kiper futsal tidak menggunakan sarung tangan kiper salah satunya agar akurasi lemparan tetap terjaga, setidaknya itulah yang saya rasakan. Ketika tidak menggunakan sarung tangan atau barehand grip serta akurasi lemparan menjadi lebih baik dibanding ketika saya menggunakan gloves.

“Saya tidak suka menggunakan sarung tangan, karena mempengaruhi cengkraman terhadap bola dan akurasi lemparan saya” – Luis Amado
Nah kali ini kita akan membahas tentang lilitan putih yang ada pada jari para kiper futsal. Lilitan itu sebenarnya adalah tapping / plester / finger tape. Saya sendiri mendefinisikan finger tape ada 2 jenis, yang dari bahan plester dan yang berbahan karet. Pada beberapa pertandingan internasional yang sering terlihat adalah finger tape yang terbuat dari plester.
Manfaat Finger Tape

Fungsi finger tape, berguna untuk mencegah cedera pada jari yang diakibatkan bergesernya otot atau urat pada jari ataupun pergeseran pada sendi di jari ketika menahan tendangan.

Bahkan ada beberapa kiper ada yang melakukan kombinasi penggunaan, dengan cara sebelum dia menggunakan sarung tangan kiper, terlebih dahulu dia menggunakan finger tape. Ini dimaksudkan untuk memberikan rasa aman yang lebih terhadap jari.

Seperti yang sudah saya jabarkan di atas bahwa finger tape ada 2 jenis, yang plester dan karet, berikut penjelasan singkat mengenai kedua jenis finger tape tersebut:

Fungsi finger tape, berguna untuk mencegah cedera pada jari yang diakibatkan bergesernya otot atau urat pada jari ataupun pergeseran pada sendi di jari ketika menahan tendangan.
  • Finger Tape Plester
finger tape 300x194 Apa Sih Finger Tape?

Jenis finger tape ini biasanya hanya bisa digunakan sekali pakai, dan bisa diperoleh pada beberapa toko olahraga atau di apotek.

Jika plester yang di apotek jelas untuk kepentingan kesehatan namun cukup berguna kok. Karena pada toko olahraga masih jarang ditemukan tapping jenis ini.

Kisaran harganya juga bermacam-macam, bisa mencapai Rp 80.000 persatu gulung.
  •     Finger Tape Karet
Finger tape jenis ini relatif lebih mudah diketemukan di pasaran. Kita bisa menggunakan finger tape yang biasa digunakan oleh atlet bola voli. Karena fungsinya sama yaitu meminimalisir cedera pada jari.

sumber: klik!

# Jenis-Jenis Sarung Tangan Kiper

Salah satu ciri khas dari seorang kiper adalah sarung tangan / gloves. Walau saat ini saya sudah tidak pernah lagi menggunakan nya, namun ada beberapa hal yang setidaknya bisa saya bagikan kepada FusKip sekalian, yaitu tentang jenis-jenis sarung tangan kiper. Karena tidak ada hukum baku dalam futsal yang mengharuskan kita barehand atau tidak menggunakan sarung tangan. Maka mau menggunakan atau tidak merupakan keputusanmu sendiri. Karena tidak sedikit kiper futsal yang menggunakan sarung tangan.

Sarung tangan untuk kiper menurut saya saat ini dibagi menjadi 2 Jenis, Full Finger dan Half Finger.
  1.   Sarung Tangan Kiper Half Finger
Merupakan salah satu jenis sarung tangan kiper yang pada bagian ujungnya terbuka atau terkesan seperti terpotong. Banyak yang mengatakan bahwa sarung tangan jenis ini merupakan sarung tangan khusus yang dibuat untuk kiper futsal. Sarung tangan kiper half finger Jenis Jenis Sarung Tangan KiperDengan menggunakan sarung tangan half finger akurasi dari lemparan kita akan tetap terjaga dimana salah satu teknik yang harus dikuasai oleh kiper futsal adalah teknik melempar, sehingga dengan menggunakan sarung tangan jenis ini kita bisa mencengkram bola futsal dengan jari kita secara sempurna.

Dan ketika kita mengantisipasi tendangan dengan half finger telapak tangan tidaklah terasa panas karena terdapat latex. Namun kelemahannya terdapat pada tidak adanya perlindungan fingersave terutama untuk bagian ujung jari yang terbuka, hal ini menyebabkan riskan cedera pada ujung jari.

Contohnya: Adidas F50 sala Short Finger, Nike 5 Futsal Gloves, Mitzuda Kensuke, Mitre-Hyper Pro dll

 
2.   Sarung Tangan Kiper Full Finger
Pada sarung tangan jenis full finger sendiri terbagi menjadi 2 bagian, yaitu yang terdapat fingersave, nonfingersave. Jenis sarung tangan full finger banyak dijumpai di pasaran, dari yang biasa saja hingga yang luar biasa. Intinya sarung tangan jenis ini menutupi tangan hingga ujung jari karenanya disebut full finger.

Berkebalikan dengan sarung tangan half finger, sarung tangan jenis ini menurunkan akurasi lemparan (yang saya rasakan) hal ini karena sulitnya mencengkram bola.sarung tangan kiper Jenis Jenis Sarung Tangan Kiper

Kalaupun dipaksakan untuk melakukan lemparan dengan mencengkram menggunakan ujung jari, maka latex sarung tangan pada bagian ujung jari akan menjadi cepat habis/abrasi. Namun sarung tangan full finger ini setidaknya mampu memberikan keamanan lebih dibanding sarung tangan half finger. Karena seluruh jari tertutup, apa lagi jika terdapat fingersave pada sarung tangannya, maka tingkat cedera pada jari bisa diminimalisir.

Karena fungsi utama dari fingersave sendiri adalah untuk membuat kiper menjadi lebih aman, dan meminimalisir cedera pada jari tangan.
sumber : klik!